
Setelah bertahun-tahun spekulasi dan antisipasi dari komunitas gamer, Riot Games akhirnya membagikan perkembangan terbaru dari proyek ambisius mereka: MMORPG berbasis dunia League of Legends, yang untuk sementara dikenal sebagai Riot MMO. Meski belum memiliki judul resmi, konfirmasi bahwa game ini menargetkan rilis pada tahun 2026 menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar semesta Runeterra.
Dalam update developer terbaru, Riot mengungkap beberapa detail penting mengenai setting dunia, sistem permainan, dan filosofi desain yang akan membedakan game ini dari MMO lainnya di pasaran.
Runeterra: Dunia Kaya Lore yang Siap Dieksplorasi
Runeterra selama ini dikenal sebagai latar belakang dari semua permainan Riot, mulai dari League of Legends, Legends of Runeterra, hingga Ruined King. Kini, pemain akan dapat menjelajahinya secara langsung dalam skala MMO, dengan detail yang jauh lebih luas dan interaktif.
Beberapa wilayah yang sudah dikonfirmasi akan menjadi zona awal atau area penting dalam game ini antara lain:
- Demacia: Kerajaan yang menjunjung kehormatan dan keteraturan. Cocok untuk kelas-kelas ksatria.
- Noxus: Bangsa ekspansionis penuh ambisi. Banyak class agresif berasal dari sini.
- Ionia: Pulau mistis dengan keseimbangan antara alam dan sihir.
- Piltover & Zaun: Kota teknologi dan kimia. Kemungkinan besar akan memiliki class bertema teknologi.
- Freljord: Wilayah beku dengan survival tinggi dan monster es.
- Shurima dan Targon: Diperkenalkan sebagai zona endgame dengan tantangan epik.
Kelas dan Ras: Terinspirasi dari Champion League of Legends
Riot belum memberikan daftar resmi kelas atau ras, tetapi mengisyaratkan bahwa banyak inspirasi akan diambil dari karakter ikonik LoL.
Contoh:
- Class berbasis stealth dan assassin seperti Zed
- Mage dengan kontrol elemen ala Lux atau Ryze
- Tank atau warrior seperti Garen atau Darius
- Summoner class yang bisa memanggil makhluk, mirip Yorick atau Malzahar
Sedangkan untuk ras, kemungkinan akan mencakup:
- Manusia
- Yordle (seperti Teemo)
- Vastaya (setengah hewan, seperti Ahri)
- Darkin, dan ras baru yang belum pernah ditampilkan di game sebelumnya
Sistem Pertarungan: Tab-Target atau Action?
Salah satu pertanyaan besar dari fans adalah apakah game ini akan menggunakan sistem tab-target tradisional seperti WoW, atau action combat ala Black Desert Online dan Final Fantasy XIV. Riot belum mengunci jawabannya, tetapi menyatakan bahwa:
“Kami menginginkan sistem pertarungan yang terasa responsif, mudah diakses, namun tetap dalam.”
Beberapa pengembang menyebutkan bahwa mereka sedang menguji hybrid system, yang memungkinkan pemain memilih gaya bertarung sesuai class atau role yang dimainkan.
Fitur Sosial dan PvP
Seperti MMO lainnya, Riot MMO akan memiliki fitur sosial mendalam:
- Guild atau Faction untuk komunitas
- Dungeon dan Raid dengan mekanik kolaboratif
- Housing system atau kepemilikan tempat tinggal (masih dikaji)
Untuk PvP, dipastikan akan ada:
- Arena PvP kecil antar pemain
- Zone PvP terbuka antar faksi, mirip WoW dan New World
- Event skala besar seperti “invasi Noxus” atau “Rift War”
Monetisasi: Gratis atau Berbayar?
Riot belum mengumumkan skema harga, namun dari model bisnis sebelumnya (LoL, Valorant), banyak yang meyakini bahwa:
- Game ini akan gratis dimainkan (free-to-play)
- Monetisasi melalui skin karakter, mount, kosmetik, dan battle pass
- Tidak akan ada pay-to-win, karena Riot menegaskan bahwa semua konten progresif akan bisa didapat dengan bermain
Kapan Bisa Dicoba?
Sebelumnya, Riot menyebut bahwa open beta akan tersedia pada awal 2026, namun kemungkinan alpha test terbatas dapat dimulai akhir 2025 untuk pemain terpilih. Pendaftaran beta akan diumumkan melalui situs resmi Riot MMO yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Antusiasme Komunitas Global
Media sosial seperti Reddit, Twitter (X), dan Discord komunitas Riot penuh dengan teori dan ekspektasi:
“Kalau mereka bisa buat LoL dan Valorant sehebat itu, saya percaya MMO ini bakal pecah!”
“Tolong jangan terlalu grindy atau terlalu casual, jaga keseimbangannya.”
“Saya pengen jadi Yordle mage di Piltover, petualangan imut dan eksplosif!”
Beberapa kreator konten besar seperti Necrit, MMOByte, dan Josh Strife Hayes telah membuat analisa lengkap mengenai potensi kesuksesan game ini.
Riot MMO bukan sekadar proyek ambisius, tetapi juga janji untuk menghadirkan semesta Runeterra dalam skala baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dengan dunia yang luas, karakter yang sudah dikenal jutaan pemain, dan filosofi desain progresif, game ini berpotensi menjadi MMORPG terpenting dalam satu dekade ke depan.
Tinggal menunggu waktu hingga kita bisa bertarung bersama di Demacia, menjelajah Ionia, atau melawan kekuatan gelap dari Void. Apakah kamu siap menjadi legenda di Runeterra?








