
REMAJA. Persaingan game RPG open-world kembali memanas berkat kehadiran dua judul besar yang belakangan sering dibandingkan para gamer, Ananta dan Neverness to Everness (NTE). Keduanya sama-sama menawarkan dunia urban modern dengan gaya visual anime yang menawan. Sekilas, keduanya tampak serupa. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, terdapat perbedaan mencolok dalam konsep, gameplay, hingga sistem monetisasi.
Artikel ini akan mengulas secara menyeluruh perbedaan penting dari kedua game tersebut, sehingga kamu bisa menentukan game mana yang lebih cocok dengan selera dan gaya bermainmu.
Latar Belakang dan Pengembang
Ananta merupakan karya dari Naked Rain, sebuah studio di bawah naungan NetEase. Sebelumnya, proyek ini dikenal dengan nama Project Mugen. Game ini dikembangkan dengan ambisi menghadirkan pengalaman eksplorasi bebas dalam dunia urban yang penuh kehidupan, dikombinasikan dengan mekanik aksi cepat dan traversal ala superhero.
Sementara itu, Neverness to Everness adalah hasil racikan Hotta Studio, pengembang yang juga berada di bawah payung Perfect World Games. Studio ini dikenal lewat kesuksesan Tower of Fantasy, dan kini mencoba menghadirkan nuansa RPG urban dengan balutan dunia nyata dan dimensi “anomali” yang unik.
Dua studio besar dengan pengalaman berbeda ini membuat arah pengembangan kedua game berjalan ke dua jalur yang kontras namun sama-sama menarik.
Engine dan Visual Unity vs Unreal
Salah satu faktor pembeda paling jelas adalah mesin yang digunakan:
- Ananta dibangun menggunakan Unity 6, yang memungkinkan visual bergaya anime tampil cerah, halus, dan penuh warna. Pilihan engine ini mendukung transisi karakter yang mulus serta gaya grafis yang ringan namun tetap detail.
- Sebaliknya, Neverness to Everness menggunakan Unreal Engine 5, yang terkenal dengan kemampuan grafis sinematik dan efek pencahayaan realistis. Hasilnya, NTE mampu menghadirkan dunia urban yang terasa lebih hidup dan imersif, terutama pada area “anomaly” yang penuh detail visual unik.
- Bagi pemain yang menyukai visual ala anime yang ringan dan colorful, Ananta mungkin terasa lebih nyaman. Namun, bagi pencinta tampilan realistis dengan efek modern, NTE jelas punya keunggulan teknis.
Dunia dan Eksplorasi
Meskipun sama-sama menawarkan kota urban modern sebagai latar utama, pendekatan keduanya terhadap eksplorasi dunia berbeda jauh:
Ananta berfokus pada satu kota besar futuristik yang terinspirasi oleh metropolitan seperti New York. Kota ini menjadi pusat aktivitas dan eksplorasi pemain. Fokusnya ada pada detail lingkungan kota dan kebebasan menjelajahnya.
NTE, di sisi lain, menawarkan dua dunia: kota utama bernama Hethereau dan dunia alternatif yang disebut “anomaly”, sebuah ruang misterius dengan atmosfer supernatural dan arsitektur tidak biasa. Pemain dapat berpindah antara dua dunia ini, memberikan variasi eksplorasi yang lebih kaya.
Perbedaan ini membuat pengalaman bermain NTE terasa lebih “dua sisi”, sedangkan Ananta lebih fokus memperdalam satu lingkungan utama.
Gaya Gameplay dan Pertempuran
Gameplay menjadi aspek yang benar-benar membedakan kedua game ini.
Ananta mengusung gaya permainan yang lebih mendekati single-player action. Pertarungan dalam game ini cepat, responsif, dan terasa seperti perpaduan Batman Arkham, Spider-Man, dan elemen eksplorasi ala GTA. Pemain akan mengendalikan satu karakter dengan kebebasan penuh, termasuk bertarung, menjelajah, hingga menggunakan kendaraan.
Neverness to Everness memilih pendekatan RPG berbasis tim. Pemain dapat berganti karakter sesuai kebutuhan, seperti pada Tower of Fantasy. Setiap karakter memiliki elemen dan skill unik, dan strategi pertempuran lebih berfokus pada sinergi antaranggota tim serta pemanfaatan elemen secara taktis.
Jadi, jika kamu menyukai aksi cepat dengan satu karakter utama yang kuat, Ananta cocok untukmu. Namun, jika kamu lebih suka pertarungan taktis dengan banyak karakter, NTE lebih menawarkan hal itu.
Mobilitas dan Traversal
Salah satu fitur paling menonjol dari Ananta adalah sistem traversal atau pergerakan karakter. Pemain bisa berayun antar gedung layaknya Spider-Man, memanjat bangunan, melompat bebas, bahkan langsung berpindah ke kendaraan secara seamless. Eksplorasi vertikal ini memberikan sensasi kebebasan yang jarang ada dalam RPG urban lainnya.
Sementara pada NTE, sistem traversal lebih terbatas. Pemain masih bisa menjelajah dunia dengan bebas, namun tidak memiliki fitur parkour atau swing yang sekompleks Ananta. Mobilitas lebih berfokus pada eksplorasi horizontal dan pergantian dunia antara kota dan anomaly.
Sistem Monetisasi
Keduanya sama-sama mengusung model free-to-play, namun dengan pendekatan monetisasi yang sangat berbeda:
- NTE menggunakan sistem gacha karakter. Pemain mendapatkan karakter baru melalui banner dengan sistem pity. Ini berarti ada unsur keberuntungan dalam mendapatkan karakter favorit, mirip seperti Genshin Impact atau Tower of Fantasy.
- Ananta justru tidak menggunakan gacha karakter. Semua karakter dapat diperoleh melalui progres permainan. Monetisasi lebih difokuskan pada kosmetik, kostum, kendaraan, dan item estetika lainnya. Pendekatan ini membuat Ananta terasa lebih ramah untuk pemain yang tidak ingin terjebak sistem undian.
Mana yang Lebih Cocok Untukmu?
Jika kamu menyukai eksplorasi bebas, aksi cepat, dan traversal vertikal seperti superhero Ananta adalah pilihan tepat.
Jika kamu lebih tertarik dengan dunia ganda, RPG berbasis tim, dan sistem elemen yang dalam Neverness to Everness akan lebih memuaskan.
Bagi pemain yang menghindari sistem gacha dan ingin pengalaman lebih adil, Ananta bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Kesimpulan
Meski sering dibandingkan, Ananta dan Neverness to Everness sebenarnya menawarkan pengalaman bermain yang sangat berbeda. Ananta menonjol dalam eksplorasi kota futuristik dan aksi solo bergaya anime, sementara NTE menghadirkan kombinasi dunia modern dan supernatural dengan pendekatan RPG taktis berbasis tim.
Keduanya sama-sama menarik, dan pilihan akhirnya tergantung pada preferensi pribadi pemain. Apakah kamu tipe pemain yang suka berayun di antara gedung seperti pahlawan super, atau penyusun strategi tim dalam dunia penuh misteri?