REMAJA. Bayangkan langkah kaki di jalanan berbatu yang memantulkan sinar matahari sore, aroma tanah kering bercampur debu tambang, dan bisikan-bisikan samar di sudut kota kecil. Inilah Sisilia awal abad ke-20 tempat di mana kisah Mafia: The Old Country dimulai. Dirilis pada 8 Agustus 2025 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S, game ini adalah prekuel yang membawa pemain ke asal mula dunia kelam Mafia.

Menggunakan Unreal Engine 5, Hangar 13 kembali memimpin pengembangan, kali ini menggandeng Stormind Games, studio asal Italia, demi memastikan atmosfer Sisilia terasa autentik hingga ke detail terkecil dari bahasa, arsitektur, hingga cahaya matahari yang menyapu atap-atap rumah batu.

Perjalanan Enzo Favara – Dari Tambang Menuju Dunia Gelap

Kisah ini mengikuti Enzo Favara, seorang carusu sebutan untuk anak-anak buruh tambang belerang yang hidupnya terperangkap dalam kerasnya kerja di bawah tanah. Takdirnya berubah ketika Don Torrisi, seorang tokoh berpengaruh dalam keluarga kriminal setempat, mengambilnya di bawah perlindungan. Dari sanalah, langkah Enzo memasuki dunia kejahatan terorganisir.

Tidak ada kebebasan untuk sekadar “berpetualang” di luar jalur. The Old Country memilih pendekatan naratif linear berdurasi sekitar 10–12 jam, memastikan setiap bab terasa padat, emosional, dan terarah. Layaknya menonton film gangster klasik, setiap adegan diatur dengan tempo yang tepat untuk membangun ketegangan dari tragedi awal di tambang, intrik politik antar keluarga mafia, hingga konflik batin yang melibatkan cinta dan pengkhianatan.

Keotentikan Budaya – Lebih dari Sekadar Latar

Salah satu hal yang membuat The Old Country berbeda adalah keputusan untuk menggunakan dialek Sisilia, bukan bahasa Italia standar, dalam seluruh percakapan. Langkah ini bukan hanya kosmetik, melainkan bagian dari upaya menciptakan imersi total, sekaligus memberi penghormatan pada akar budaya tempat kisah ini dibangun.

Stormind Games berperan besar dalam hal ini mulai dari riset sejarah arsitektur kota, pola busana masa itu, hingga nuansa pasar dan kehidupan desa. Hasilnya adalah sebuah dunia yang terasa hidup, dengan detail yang jarang terlihat di game bertema mafia sebelumnya.

Visual dan Atmosfer yang Memikat

Pemandangan desa berbatu yang memantul di bawah cahaya keemasan, lorong-lorong tambang yang lembap dan gelap, serta kontras bayangan di jalan-jalan sempit semuanya dirangkai dengan gaya visual sinematik. Cahaya dan warna berperan sebagai narator tak kasat mata, mengiringi perkembangan kisah Enzo.

Musik dan efek suara pun tidak kalah kuat. Lantunan instrumen tradisional berpadu dengan nada-nada tegang, membangun atmosfer yang mengikat emosi pemain dari awal hingga akhir.

Gameplay – Antara Intensitas dan Keterbatasan

Jika kamu berharap dunia terbuka luas seperti Mafia III, kamu mungkin akan sedikit terkejut. Game ini memusatkan pengalaman pada misi-misi terstruktur, tanpa banyak ruang untuk eksplorasi bebas.

Pertarungan mengandalkan mekanik tembak-menembak, stealth, dan duel pisau. Meski efektif dalam menciptakan ketegangan, beberapa kritikus menyebutnya terlalu repetitif dan kurang variasi. Sistem sembunyi yang kaku dan keterbatasan interaksi lingkungan membuat sebagian pemain merasa gameplay tidak berkembang seiring cerita.

Namun, ada juga yang melihat durasi singkat dan fokus naratif sebagai kekuatan. Di era game yang sering kali memakan waktu ratusan jam, The Old Country menawarkan alur yang ringkas namun padat—sebuah pilihan yang terasa segar bagi mereka yang mencari pengalaman fokus dan emosional.

Respons dari Kritikus

Pujian:

  • Atmosfer dan visual Sisilia yang autentik.
  • Voice acting yang mendalam dengan dialek lokal.
  • Penceritaan emosional yang mengikat dan karakter yang kuat.

Kritik:

  • Alur terlalu linear dan minim eksplorasi.
  • Mekanik pertarungan kurang bervariasi.
  • Beberapa misi terasa usang dan terlalu mirip satu sama lain.

Beberapa media bahkan membandingkannya dengan film neorealisme Italia seperti Bicycle Thieves (1948), menyoroti kemampuannya menangkap tema kemiskinan, keluarga, dan identitas yang retak pasca-perang.

Refleksi – Lebih dari Sekadar Game Mafia

Mafia: The Old Country mungkin tidak menawarkan kebebasan luas atau inovasi gameplay yang radikal, tetapi kekuatannya terletak pada cerita, atmosfer, dan penghormatan pada akar sejarah. Bagi penggemar seri ini atau siapa pun yang mencintai kisah kriminal dengan latar budaya yang kaya game ini adalah perjalanan sinematik yang patut dicoba.

Hangar 13 membuktikan bahwa kadang, kembali ke akar justru memberi pengalaman yang lebih dalam. Sisilia yang mereka hadirkan bukan hanya sekadar latar, melainkan karakter itu sendiri membentuk, mempengaruhi, dan pada akhirnya menentukan nasib Enzo Favara.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai