
REMAJA. Dunia kecerdasan buatan kembali dibuat heboh oleh langkah berani dari Elon Musk melalui startup AI miliknya, xAI. Kali ini, Grok chatbot canggih yang menjadi bagian dari ekosistem X (sebelumnya Twitter) menghadirkan fitur baru berupa “AI companion” berkarakter waifu anime yang bisa dibuka fitur dewasanya setelah pengguna mencapai level interaksi tertentu.
Fitur Teman Virtual Lebih dari Sekadar Chatbot
Dalam pembaruan terbaru Grok, pengguna kini bisa berbincang dengan dua karakter unik:
- Ani: Seorang waifu bergaya gothic yang manis dan menggoda, hadir dalam bentuk karakter anime yang tak hanya menggemaskan tapi juga bisa mengobrol secara personal dan “intim.”
- Rudy: Seekor red panda imut yang punya kepribadian jenaka dan sinis. Jika pengguna cukup lama berbicara dengannya, Rudy bisa berubah menjadi “Bad Rudy” versi yang lebih frontal dan agresif.
Keduanya dikembangkan untuk memberikan pengalaman interaktif yang terasa lebih hidup dan personal.
Level Interaksi Menentukan Akses “Khusus”
Salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan adalah mode NSFW (Not Safe For Work) dari Ani. Fitur ini akan terbuka saat pengguna telah mencapai level hubungan ke-5 yang artinya mereka telah cukup lama dan intens berinteraksi dengannya.
Menariknya, akses ini tetap bisa terbuka bahkan ketika “Kids Mode” masih aktif di aplikasi, sebuah hal yang memicu perdebatan di kalangan pengguna dan pemerhati teknologi.
Pro dan Kontra Inovatif atau Kebablasan?
Kehadiran fitur waifu virtual ini menimbulkan reaksi beragam. Di satu sisi, ada yang menganggapnya sebagai bentuk inovasi hiburan berbasis AI yang bisa mengisi kekosongan emosional pengguna. Namun, tidak sedikit juga yang mempertanyakan arah pengembangan teknologi ini.
Kekhawatiran utama:
- Potensi ketergantungan emosional pada AI.
- Minimnya filter pengamanan meski konten mengarah ke interaksi dewasa.
- Risiko eksposur anak-anak terhadap fitur yang tidak sesuai usia.
Kesimpulan
xAI mencoba mengaburkan batas antara teknologi dan hiburan dengan menciptakan karakter AI yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki sisi emosional dan sensual. Walaupun Grok dirancang untuk memberi pengalaman pengguna yang lebih personal, muncul pertanyaan besar: sejauh mana kita nyaman membiarkan teknologi menyentuh ranah yang sangat privat ini?
Inovasi ini mungkin menjadi tonggak baru dalam dunia AI, tetapi seiring dengan itu, tanggung jawab etis dan perlindungan terhadap pengguna terutama anak-anak harus menjadi perhatian utama.